Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Sandiwara

Sejenak ku berpikir ... Kita akan menjadi diri kita sendiri ketika kita sedang sendiri._. Ketika bersama orang lain, apapun yang kita lakukan akan mempengaruhi orang lain, mau ga kenal atau kenal, mau orang itu acuh atau tak acuh, tapi pasti mempengaruhi Dan ketika mulai ada orang lain, kita mulai bersandiwara Kita akan memulai bersandiwara ketika kita mulai ingin mengerti perasaan orang lain, karena akan beda cerita ketika kita tidak peduli dengan lingkungan, kita akan tetap menjadi diri sendiri Tapi dari sandiwara itu, kita akan mempelajari banyak hal tentang lingkungan dibandingkan dengan sendiri, ya, karena kita makhluk sosial, bukan makhluk individual. Dan menjadi guru, secara tidak langsung dituntut untuk mengerti perasaan setiap anak, agar tau, model, metode, pendekatan pembelajaran yang seperti apa yang diterapkan. Maka sebenarnya guru adalah pemain sandiwara terbaik, karena orang yang dihadapinya tidak satu dua orang, orang yang dihadapinya tidak satu dua macam dan...

Metakognitif Hidup

Mungkin memang metakognitif itu tidak hanya cocok dilakukan saat pembelajaran, tapi juga cocok untuk menghadapi masalah hidup. Yaitu metakognitif bagian refleksi diri, apakah aku sudah menguasai emosiku? Apakah aku sudah menguasai egoku? Apakah yang aku lakukan ini benar? Jika tiba-tiba beberapa orang melihatku aneh, maka akan kucoba untuk evaluasi diri, apa yang salah. Dan aku harus menjadi orang yang bisa beradaptasi dengan lingkungan. Belajar membaca keadaan, belajar untuk menjadi dewasa karena ketika dihadapi dengan dunia kerja, ku takbisa jalan dengan ego tinggi. Jika mungkin aku tak sadar bahwa ego ku tinggi, maka mungkin memang ada yang salah pada kemampuan metakognitif ku, lantas bagaimana aku menerapkan metakognitif pada siswa jika pada diri sendiri pun tak bisa. Maka tida salah jika aku punya teman yang selalu mengingatkanku akan kesalahanku ini. Dan aku pun harus bisa menerimanya, karena kita tidak hidup sendiri, melainkan kita juga hidup di lingkungan mereka. Dan aku ...

Janji

Satu kata pemberi harapan. Satu kata yang tida bisa diajak mainmain tapi sering dimainin. Satu kata yang menuntut komitmen dari yang mengucapkannya. Satu kata penentuan level apakah orang yg mengucapkannya dapat dipercaya atau tida, dapat bertanggung jawab atau tida. Satu kata yang mudah diucapkan namun tida mudah dilaksanakan. Satu kata yang kadang secara tida sadar telah diucapkan. Satu kata yang sering menjadi pelega hati untuk 'sementara' Dan ketika ingkar... Akan ada yang kecewa. Akan ada yang hilang kepercayaannya. Akan ada yang sakit hati. Akan ada yang murka. Akan ada yang putus asa. Akan ada yang hilang motivasi. Ingkar janji memang tida baik.

Listening and Understanding

Kita gaakan tau niat orang sebelum dengerin dia sampe beres Bisa jadi niat orang itu baik, menyanggah memang tanda kritis. Tapi mengkritisi sesuatu harus tau dulu secara keseluruhan informasinya, bukan justru hanya sebagian informasi. Tolong belajarlah mendengarkan, tolong. Juga menghargai:(

Semrawut Awan yang Indah💕

Gambar
Dusun Citapen Padamulya, Subang 2018 Ga selamanya hasil yang indah itu mesti diliatin prosesnya kaya gimana.  Jika pernah tau, ada yang berprinsip "Dont tell people your plan. Show them your results." Merupakan hal yang tida baik, ketika berburuk sangka pada seseorang. Belajarlah mempercayakan sesuatu padanya. Terkadang pikiran seseorang tida mudah tersampaikan. Berhati-hati dengan kata-kata. Karna tida jarang, kata-kata walau hanya sedikit, malah membunuh kreatifitas orang lain. Diawal mungkin terlihat tida indah, terlihat tida jelas, terlihat aneh. Tapi tunggu sampai hasilnya terlihat dan telitilah pada hasilnya. Maka akan banyak keindahan didalamnya:' Menghargai seseorang akan memberikan energi untuk bersemangat pada orang tersebut dan berlaku pula untuk kalimat sebaliknya.

Takut

Ada banyak yang telah terjadi Ada banyak kejutan Ada banyak hal diluar perkiraan Sedikit didalamnya hal yang sesuai perkiraan Banyak hal yang telah mematahkan ekspektasiku begitu saja, memang kehendakNya itu tida bisa diperkirakan begitu saja Kita hanya bisa berdoa mendapat yang terbaik dan mensyukuri atas apa yang ternyata terjadi Ada beberapa hal yang memang sulit diterima dan harus belajar mengikhlaskan, jika sulit untuk ikhlas, lantas harus apa? Maka berdoalah agar dapat mengikhlaskannya, memang tida instan, tapi percayalah, kadang prosesnya lebih nikmat dan seru daripada hasil Seringkali ku hindari hal-hal yg tida baik bagi hati, baik itu hal yang menyakitkan atau hal berupa amarah Namun kadang ku sendiri kebingungan, apakah caraku untuk menjaga hatiku ini telah benar? Yaitu dengan menghindari semua hal yang berpotensi tida baik._. Apakah ku melakukan hal yang benar? Tapi kenapa rasa takutlah yang kemudian muncul, aku tida paham:( Mengingat motto dari partner kerjaku...

Mengenai 'F', dari Citapen, Subang

Gambar
Bukit Pamoyanan, Subang 2018 Pertama dari orang minang yang lagi berusaha buat belajar sunda. Dari awal perkenalan ipb, pas tau ada yang jurusan fisika juga, langsung nandain orangnya yang mana, tapi ga hafal namanya. (Gatau kenapa nemu yang sejurusan itu berasa nemu yang satu dunia).  Jalan beberapa hari masih gatau nama, sampe akhirnya ada anak-anak sd ke rumah, doi nyambut, seketika kupunya ide buat nanya nama doi lewat anak-anak dan berhasil. Sama-sama orang yang paling dicari kalo ketemu anak sd. "Ka egi, ka fella mana?" atau "Ka fella, ka egi mana?" Dari yang awalnya tiap subuh aku nangkring sendiri di teras nikmatin udara dingin yang langka banget di subang, sampe akhirnya dipertemukan sama sunrise uculele di sawah sama doi. Lah jadi samasama hobi ke sawah dah selain tujuan lainnya yaitu nyari sinyal. Dari situ jadi sama-sama pencari sunrise+sunset bareng si fotografer. Ter-so ide mau foto berdua difotoin si fotografer di sawah yang sunsetnya bagu...